6 Tips dan Trik Teknik Closing CS Online

Teknik closing CS online sangat penting untuk dikuasai. Tujuannya untuk mencapai goal dari penjualan. Berikut adalah 6 tips dan trik teknik closing CS online. Cara ini bisa langsung diterapkan oleh customer service Anda.

  • Bersikap Ramah

Telah menjadi sebuah keharusan bagi penjual serta CS bersikap ramah pada pembeli. Sebab 75% pembeli cenderung memilih toko dengan pelayanan baik. Meski kualitas produknya biasa. Dibandingkan toko dengan kualitas baik. Namun pelayanannya buruk.

Karena pelayanan yang ramah, umumnya akan lebih menarik hati calon customer. Selain itu, jangan lupa memberikan emoticon yang ramah tiap membalas chat calon customer.

  • Sebutkan Manfaat Tambahan

Tips selanjutnya, jangan lupa menyertakan manfaat lain. Terutama dalam tiap percakapan bersama calon customer. Karena jika disertai manfaat tambahan, memungkinkan calon customer memikirkan secara matang. Bahkan untuk membeli produk Anda. Meski mungkin tak closing hari itu juga, manfaat tambahan itu membuat calon konsumen mengingatnya. Akhirnya akan berpotensi melakukan pembelian di hari selanjutnya.

Coba tuliskan sebanyak-banyaknya kelebihan dari produk Anda. Satu hal yang perlu Anda ingat. Pastikan manfaat tersebut masih relevan dengan produk. Manfaat juga harus dapat menyentuh calon konsumen secara emosional.

  • Jawab Pernyataan dengan Pertanyaan

Ada berbagai perilaku pembeli. Ini membuat Anda juga harus mempunyai berbagai cara untuk menghadapi hal tersebut. Dari seluruh perilaku pembeli, banyak customer service mati langkah menghadapi pembeli cuek.

Di sinilah pentingnya teknik closing CS online. Seorang CS harus dapat menjawab tiap pertanyaan customer dengan pertanyaan. Namun, jangan sampai terlalu banyak bertanya pada calon pembeli. Sebab mereka akan merasa terganggu akibat banyaknya pertanyaan yang diajukan. Jadi, bertanya sewajarnya saja, ya.

  • Sertakan Testimoni

Kepercayaan pembeli adalah suatu hal yang sulit didapatkan. Terkadang walau penjualan telah mencapai beribu-ribu jumlahnya. Masih terdapat calon customer yang kurang percaya. Salah satu cara yang CS dapat lakukan adalah dengan memberikan testimoni. Testimoni dapat bentuk foto, video, maupun screenshot chat dengan pembeli sebelumnya.

  • Harga Naik

Tips berikutnya adalah menaikkan harga jika transfer besok. Dengan kata lain, Anda memaksa pembeli transfer hari ini. Namun, dengan cara halus. Sebab umumnya pembeli akan lebih cepat transfer saat harga hari ini lebih murah. Dibandingkan harga esok hari.

  • Tanyakan Kepastian

Kepastian pun dibutuhkan dalam teknik berjualan. Pengalaman pribadi customer services di awal bisnis membuktikannya. Banyak pembeli yang hanya tanya-tanya. Lalu janji akan transfer. Namun, hanya janji kosong. Hal itu disebabkan penjual tak meminta kepastian.

Supaya penjualan bisnis Anda berjalan lancar. Anda perlu memperhatikan alur masuk pembeli atau funneling pada CS. Sebab hal ini selain mampu membantu memantau performa CS. Juga gampang mengetahui hal mana yang butuh diperbaiki. Terutama apabila terdapat masalah.

Nah, bagaimana menurut Anda tentang teknik closing CS online di atas?

Teknik Closing dan Contohnya, Mudah Diterapkan Ternyata

Teknik closing dan contohnya umumnya dilakukan saat salesperson menilai calon konsumen telah memenuhi kriteria. Tepatnya untuk dijadikan konsumen. Namun, calon customer tersebut belum mencapai kesepakatan membeli produk.

Dengan ini, arti kegiatan closing merupakan perlakuan yang diberikan oleh salesperson. Gunanya untuk menjadikan calon customer menjadi custom. Jenis teknik closing dan contohnya adalah sebagai berikut.

  • Metode Asumsi

Teknik closing dan contohnya dengan asumsi merupakan metode yang paling sering dilakukan. Metode ini kerap dilakukan serta cukup efektif. Karena tak memberikan waktu banyak untuk calon customer berpikir. Akhirnya menghindari kemungkinan mereka berubah pikiran. Contoh dari assumptive closing sebagai berikut:

Calon customer telah memasuki toko. Kemudian Anda menilai jika dia merupakan calon customer yang mampu serta cocok bagi produk Anda. Setelah menjalin berkomunikasi membahas produk, Anda dapat mulai closing. Anda dapat menyampaikan: Kami memberikan fasilitas pengiriman gratis. Jika pembelian yang dilakukan dalam jumlah lebih dari 10. Kira-kira nanti Anda ingin memesan dalam jumlah berapa?

  • Metode Alternatif

Alternative closing adalah metode yang hampir mirip assumptive closing. Di mana metode ini menunjukkan salesperson mengasumsikan calon customer akan membeli produk.

Contoh yang paling kerap dihadapi adalah di pusat penjualan HP. Apabila calon customer tampak menimbang keputusan tipe HP. Anda sebagai salesperson dapat coba mengatakan: “Kami memiliki 2 tipe HP. Tipe X dan tipe Y. Perbedaannya hanya di RAM serta memori internal. Jadi, kakak butuh kapasitas RAM yang besar atau yang biasa?”

  • Batasan Waktu

Metode batasan waktu pun cukup kerap diterapkan. Namun, jarang dilakukan untuk person-to-person. Pada metode ini, closing dilakukan dengan tujuan untuk membatasi waktu. Sekaligus membuat calon customer terburu-buru membeli produk Anda.

Contoh penerapan metode batasan waktu yang paling kerap ditemui adalah: “Special offer only for today”. “Promo cashback hanya sampai hari ini”.

  • Penekanan Stok Barang

Metode ini tak berbeda dengan metode batasan waktu. Jika cara batasan waktu diterapkan dengan menggunakan waktu untuk menekan calon customer. Maka metode satu ini menggunakan jumlah stok produk sebagai penekan calon customer.

Sebagai contoh: “Dapatkan penawaran spesial. Hanya berlaku bagi 100 orang pembeli pertama”. “Produk terbatas, tersedia 50 unit tersisa”.

  • Pemberian Reward

Pemberian reward atau hadiah pada customer setelah menyelesaikan pembelian. Ini merupakan metode yang amat sering digunakan. Terbukti cukup luas cakupan bisnis yang dapat melakukannya.

Sebagai contoh, hadiah payung yang terdapat sablon logo perusahaan. Ini akan membuat banyak orang bisa melihat perusahaan Anda. Anda tak perlu repot harus membuat iklan. Jenis souvenir ini telah banyak dibuat perusahaan dalam skala besar. Misalnya, mobil, hotel, maupun produk rumahan.

Beberapa jenis closing dan contohnya tersebut membuktikan bahwa closing bisa dilakukan dengan berbagai cara. Anda dapat menyesuaikannya dengan kondisi spesifik. Jangan lupa share informasi ini jika Anda rasa bermanfaat, ya.

Lakukan 4 Teknik Closing Customer Service Ini Buat Tingkatkan Penjualan

Berbisnis memang memerlukan tim yang handal. Selain itu setiap orang dalam tim haruslah memiliki kesabaran yang tinggi. Seringkali terjadi beberapa permasalahan dalam proses berbisnis. Pelanggan sering mengelukan banyak hal setelah atau sebelum transaksi. Teknik closing customer service sangat diperlukan untuk menanganinya.

Customer service ialah tim yang berisikan beberapa orang. Yang mana bertanggung jawab akan keluhan-keluhan yang diajukan oleh pelanggan. Dalam hal ini juga diperlukan yang namanya closing. Agar bisa menghasilkan kesepakatan yang sama-sama menguntungkan. Minimal tidak merugikan pihak pebisnis.

Seperti apakah teknik closing customer service yang tepat untuk dilakukan itu? Agar Anda lebih memahami dan yakin untuk menggunakannya, simak ulasan berikut. Semoga bisa menjadi salah satu referensi dalam menjalankan bisnis Anda.

  1. Sapa dengan Ramah Tamah

Pelanggan yang menyampaikan keluhan bisa jadi melakukannya dengan kekesalan. Tetapi Anda sebagai customer service tidak boleh melakukan hal yang sama. Keramah tamahan dari pihak pebisnis harus disampaikan dengan jelas pada pelanggan. Tak peduli seperti apapun sikapnya. Dengan begitu sang pelanggan akan merasa bahwa ia lebih dihargai.

  1. Tanyakan Apa Masalah Pelanggan

Dalam teknik closing customer service Anda harus menanyakan terlebih dahulu. Apa yang menjadi masalah dan keluhan dari pelanggan. Dalam proses penyampaiannya, Anda harus bisa menjadi pendengar yang baik. Yang mana mendengarkan dengan seksama dan memahami apa yang menjadi masalah dari sang pelanggan.

  1. Memberikan Saran

Sebagai seorang customer service yang baik, Anda haruslah menyampaikan sepatah atau dua patah kata. Yang berisikan saran sebagai solusi atau pemecah masalah pelanggan. Tetapi Anda harus menimbang-nimbang dengan baik. Kira-kira saran tersebut apa sudah tepat? Dan apa tidak akan merugikan kedua pihak? Kalau bisa, Anda harus memberi saran yang menguntungkan.

Anda juga tidak boleh memaksa pelanggan dalam teknik closing customer service. Keikhlasan dari pelanggan harus Anda dapatkan ketika memintanya melakukan saran Anda. Dengan begitu, pelanggan akan merasa dihormati dan dipedulikan masalahnya.

  1. Menunjukkan Empati

Setiap orang pasti akan luluh jika diberi empati oleh orang lain. Oleh karena itu Anda sebagai customer service harus pandai-pandai menunjukkan rasa empati. Memberikan empati ini pun juga harus dengan tulus agar sang pelanggan tak merasa diremehkan. Dan ia akan mulai memberikan rasa kepercayaan atau iba pada Anda yang menghargainya.

  1. Bangun Kepercayaan Pelanggan

Dalam hal melayani, Anda harus sigap mengambil rasa percaya dari pelanggan. Dengan begitu semua masalah akan mudah teratasi. Dan sang pelanggan akan merasa puas akan pelayanan yang diberikan. Ketika hal itu terjadi, maka pelanggan akan ingin selalu datang ke perusahaan Anda. Ia tak akan segan untuk melakukan transaksi berkali-kali.

Nah, itulah beberapa teknik closing yang dapat dilakukan customer service. Guna mendapatkan kepuasan dan hasil yang memuaskan jika terjadi keluhan dari pelanggan. Jadi perusahaan Anda akan tetap berjalan dengan lancar dalam berbisnis.

Chat WhatsApp !