4 Teknik Closing di Whatsapp dengan Menguasai Emosi Customer

Sering mengalami gagal promo barang lewat aplikasi? Itu berarti strategi teknik closing di Whatsapp Anda masih bermasalah. Padahal di awal chatting, calon pembeli terlihat cukup berminat, bahkan mengetik sejumlah pertanyaan. Namun sayang tidak ada kata order yang disepakati sampai obrolan chat Anda diakhiri.

Nah segeralah mengevaluasi teknik closing di Whatsapp marketing daripada terus-menerus ditolak. Tentu bagaimana strateginya harus benar-benar dipahami. Penjual memang tidak bisa memaksakan kehendak agar produk dipilih, dan laku terjual. Akan tetapi, pendekatan secara halus bisa dilakukan selayaknya antar teman yang sharing informasi.

Suatu tantangan bagi Anda untuk menerapkan beberapa langkah teknik closing seperti di bawah ini. Jangan ragu-ragu menghadapi berbagai karakter calon target konsumen. Anda harus percaya diri agar tercipta keyakinan customer pada manfaat produk sehingga kisaran harganya pun dapat dimengerti. Dengan kata lain, teknik closing ini bakal membidik rasa kepercayaan, kepuasan, dan ditutup dengan loyalitas jangka panjang.

Bagaimana Tekniknya?

Salah satu hal penting dari teknik closing di Whatsapp adalah menguasai emosi pembeli, agar selanjutnya Anda dapat bermain logika data.

  1. Dominasi Percakapan Whatsapp

Mendominasi disini bukan berarti menyerbu konsumen dengan penawaran besar-besaran. Ingat bahwa teknik closing mesti fokus pada kesan dan pesan pertama yang solutif.

Calon pembeli kerapkali memerlukan suatu produk agar salah satu problemnya teratasi. Saat Anda mendapat sapaan terlebih dulu, tawarkan secara sopan, apakah Anda bisa membantunya. Kemudian biarkan Ia menanyakan apapun, sehingga Anda dapat menelisik persoalan utamanya.

Hal ini berarti setiap informasi produk Anda harus menjadi solusi yang menarik.

  1. Memuji Setiap Pilihan Produk

Jangan lupa mengirim pujian untuk suatu pilihan produk yang menarik minatnya. Tunjukkan jika barang tersebut akan bermanfaat untuk digunakan nanti. Atasi keragu-raguan yang dapat membatalkan pilihan tersebut.

  1. Hindari Pertanyaan yang Menimbulkan Kesan Memaksa

Seringkali penjual merasa kesal melayani chat yang penuh keraguan. Akhirnya melempar pertanyaan,”Jadi beli atau enggak?” Nah, emosi seperti inilah yang menggagalkan teknik closing di Whatsapp lantaran pembeli juga merasa kesal. Lebih baik turuti apa saja yang disampaikan si calon pembeli, sampai dia mengakhiri chatting, entah jadi membeli ataupun tidak. Toh meskipun sementara batal masih mungkin dia kembali lagi pada lain hari. Namun jika sikap seller atau admin customer service mengecewakan, besar kemungkinan dia menyebarkan masalah tersebut pada orang lain juga.

  1. Bersikap Selayaknya Helper

Sekali lagi fokus teknik closing terletak pada strategi bantuan atau “helping someone”. Kenali dengan baik target konsumen sehingga kehadiran Anda sebagai seller diperlukan. Semisal untuk produk-produk kesehatan ataupun suplemen daya tahan tubuh yang diperlukan sehari-hari. Kebutuhan hidup sehat akan mendorong seseorang untuk mencari produk yang bernilai manfaat paling tinggi, dan sesuai standard kebutuhannya.

Jika teknik closing sudah berhasil, selipkan surprise berupa diskon atau penawaran lain. Cara ini akan membuat konsumen pertama Anda menjadi pelanggan tetap. Asalkan tercipta kepuasan terhadap layanan chatting, terutama produk yang telah digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat WhatsApp !